Senin, 17 Oktober 2011

MAKNA SURAT AL HASYR AYAT 19

Bismillah........."Dan janganlah keadaan kamu seperti orang-orang yang melupakan Allah; lalu Allah pun membuatnya lupa kepada dirinya sendiri." (alhasyr ayat 19). (pangkal ayat 19)::

Artinya menurut tafsir dari Ibnu Katsir ialah; "Janganlah kamu lupa mengingat kepada Allah, atau zikir. Karena bila kamu telah lupa mengingat Allah, Allah pun akan membuat lupa apa-apa yang patut dikerjakan untuk kepentingan dirimu sendiri, yang akan membawa manfaat bagimu di akhir kelak kemudian hari.

Ibnul Qayyim menulis tentang Tafsir ayat ini dalam kitabnya "Darus Sa`adah" (Negeri Bahagia); "Perhatikan ayat ini, niscaya akan engkau dapati di dalamnya arti yang sangat mulia dan dalam. Yaitu bahwa barangsiapa yang lupa kepada Tuhannya, Tuhan akan membuatnya lupa kepada dirinya sendiri, sehingga dia tidak mengenal lagi siapa sebenamya dirinya dan apa yang perlu untuk kebahagiaan dirinya. Bahkan dia pun akan dibuat lupa apa jalan hidup yang akan ditempuhnya untuk kebahagiaan dirinya sendiri baik untuk ke­hidupan dunia sekarang atau kehidupan akhirat kelak, sehingga dia hidup dalam kekosongan dan hampa, sama saja dengan binatang ternak yang di­halau-halau. Bahkan kadang-kadang binatang ternak itu lebih tahu apa yang baik untuk memelihara hidupnya dengan petunjuk naluri yang dianugerahkan Tuhan kepadanya. Tetapi manusia yang telah lupa diri ini, dia telah keluar dari garis fihratnya, yang dengan itu dia diciptakan. Dia telah lupa kepada Tuhan­nya, maka dia dibuat lupa oleh Tuhan kepada dirinya sendiri sehingga dia tidak ingat lagi bagaimana supaya diri itu mencapai kesempumaan dan bagaimana agar dia bersih, bagaimana supaya dia mencapai bahagian kini dan esok.

Tuhan bersabda;

"Dan janganlah engkau ikuti orang yang telah Kami jadikan lalai hatinya dari mengingat Kami, lalu diperturutkannya kehendak hawanafsunya, dan jadilah segala perbuatannya di luar batas." (al-Kahfi: 28)

Dia telah lalai dan lengah dari mengingat Tubuhnya. Sebab itu maka segala tindak-tanduknya dan rasa hatinya tidak ada yang beres lagi, sehingga tidak ada perhatiannya untuk memperbaiki diri dan mencari yang muslihat, hati pecah berderai, jiwa porak-peranda, apa yang dikerjakan kucar-kacir, bingung tidak tentu arah hidup yang akan ditempuh.

Oleh sebab itu maka mengenal Allah adalah pokok pangkal segala ilmu, pokok pangkal kebahagiaan dan kesempurnaan seorang hamba Allah, dunia­nya dan akhiratnya. Dan kalau jahil, tidak mengetahui hubungan diri dengan Allah, pastilah dia pun tidak akan tahu siapa dirinya yang sebenarnya dan apa yang harus dilakukannya supaya dia mencapai kemenangan. Sebab itu maka mengenal Tuhan adalah pangkal bahagia, dan jahil akan Dia pangkal celaka." Sekian kita salin.

Di ujung ayat dijelaskanlah bagaimana kedudukan orang itu pada pan­dangan Tuhan;

.."Itulah orang-orang yang fasik." (ujung ayat.19).
Yaitu bahwa perjalanan hidupnya tidak melalui aturan, sebab itu kucar-kacir dan celaka terus. afwan semoga membant

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar